REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Zyrex memperkenalkan variasi produknya. Kali ini, Zyrex memperkenalkan laptop chromebook.

Laptop ini melengkapi lini sebelumnya yang sudah lebih dulu mendukung pembelajaran siswa. “Zyrex secara resmi memperkenalkan Google Chromebook untuk siswa-siswi Indonesia, dengan tipe Zyrex Chromebook M432 dan Zyrex Chromebook 360,” ujar Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik dalam konferensi pers virtual pada Senin (12/4).

Timothy mengungkap,  penggunaan Chromebook sudah masif di beberapa negara terutama Amerika Serikat, Jepang dan Australia. Bahkan terbaru, Australia melakukan produksi 1,2 juta Google Chromebook bagi warga negaranya. Indonesia, terang Timothy, punya kesempatan memproduksi Chromebook dan varian lainnya untuk memenuhi kebutuhan laptop di Indonesia yang masih rendah.

“Kepemilikan laptop di Indonesia masih rendah dan tertinggal dari negara lain. Malaysia misalnya sudah memiliki tingkat kepemilikan laptop sebesar 60 persen,” ujarnya.

Dua produk anyar Zyrex ini, didesaindengan fitur aksesibilitas dan keamanan bawaan untuk memperdalam interaksi di kelas dan menjaga keamanan informasi pengguna. Keunggulan fitur tersebut di antaranya: fleksibel, aman, dan mudah.

Sebagai informasi, Zyrex menyematkan Chromebook 360 dengan sejumlah fitur yang mencerminkan keunggulan fiturnya seperti layar yang bisa ditekuk sampai 360 derajat dan sudah dilengkapi layar sentuh, menjadikan laptop ini mudah digunakan untuk belajar dan berkreasi.

“Melalui kehadiran dua seri Chromebook ini diharapkan Zyrex dapat berpartisipasi dalam kemajuan dan peningkatkan kualitas anak bangsa, sekaligus meningkatkan kreativitas para murid, meskipun lewat pembelajaran jarak jauh,” kata Timothy

Kejar TKDN 

Timothy memastikan dua produk anyarnya ini mengikuti anjaran pemerintah terhadap pemakaian produk dalam negeri melalui gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia. 

Zyrex kini telah memiliki penjumlahan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) sebesar 40%-43%. Dengan besaran TKDN tersebut, Zyrex menjadi produk wajib untuk digunakan oleh lembaga negara, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

“Berdasarkan Perpres Nomor 12 tahun 2021, Pasal 66 dan pada Pasal 67 dinyatakan bahwa produk dengan nilai TKDN minimal 25% mendapatkan insentif preferensi harga 25% dalam perhitungan Hasil Evaluasi Akhir (HEA),” katanya.

Source : republika.co.id