Siswa TOP, Dukung Ketersediaan Laptop Siswa Indonesia

Jakarta, Gatra.com – Ketersediaan perangkat teknologi informasi berupa laptop dibutuhkan dalam mendukung dunia pendidikan. Di antara 46 juta siswa di Indonesia, hanya sebagian kecil dari siswa yang memiliki laptop untuk mendukung kegiatan belajar mengajarnya, terutama pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 ini.

 

Menurut publikasi Statistika Telekomunikasi Indonesia 2019 yang diterbitkan BPS, kepemilikan komputer per rumah tangga di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu berada di angka 18.78%. Selain itu, kepemilikan komputer individu di Indonesia hanya mencapai angka 6%.

 

Di sisi lain, kepemilikan komputer menjadi faktor yang berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Komunikasi (IP-TIK). Pemanfaatan TIK secara maksimal dapat mengentaskan kemiskinan dan memajukan suatu bangsa. Nilai IP-TIK yang tinggi pada suatu negara menunjukkan kemajuan negara tersebut.

 

Nilai IP-TIK Indonesia pada 2019 berada di angka 5.32, naik sedikit dibandingkan tahun 2018 yang berada di angka 5.07. Namun angka tersebut masih jauh dari harapan dan prasyarat standar sebagai bangsa yang maju dan edukatif.

 

Melihat kondisi tersebut, PT Zyrexindo Mandiri Buana (Zyrex) berinsiatif meluncurkan kampanye #SiswaTOP (Satu Siswa Satu Laptop) yakni program kemudahan bagi siswa Indonesia memiliki laptop.

 

Pandemi Covid-19 berkepanjangan telah mendorong percepatan migrasi ke era digital, di mana pembelajaran yang semula berlangsung tatap muka menjadi kegiatan daring atau online. Perubahan tersebut menuntut siswa adaptif terutama dalam ketersediaan infrastruktur pendidikan berupa laptop dan komputer.

 

Keharusan itu juga berbuah tantangan. Di mana tidak semua siswa atau keluarga siswa mempunyai kemampuan untuk memiliki laptop secara mandiri. Padahal siswa merupakan bagian dari sumber daya manusia unggul yang memerlukan dukungan, perhatian, dan perencanaan sejak dini.

 

“Impian saya dengan program #siswaTOP yang dipelopori oleh ZYREX adalah suatu hari dalam masa dekat satu siswa Indonesia mempunyai satu laptop. Marilah kita mendukung anak anak Indonesia dengan memiliki keterampilan digital untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa,” ucap Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik, dalam konferensi pers virtual “Satu Siswa Satu Laptop”, Selasa (19/1).

 

Timothy merasa tergugah mengkampanyekan program “Satu Siswa Satu Laptop” (Siswa TOP) lantaran teringat pesan Presiden Jokowi bahwa “Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila. Kita butuh SDM unggul yang toleran yang berakhlak mulia. Kita butuh SDM unggul yang terus belajar bekerja keras dan berdedikasi.”

 

Dirinya menyatakan sebagian besar siswa masih menggunakan smartphone untuk mengikuti sistem sistem pembelajaran secara online. Hal itu tidak salah dan mampu menjadi solusi praktis, namun di sisi lain smartphone mempunyai keterbatasan selain ukuran layar yang kecil, juga fitur smartphone yang berbeda dengan laptop.

 

“Adik-adik kita sangat membutuhkan alat yang bisa terkoneksi ke internet, bisa mengerjakan tugas sekolah, mencari informasi pembelajaran dan tentu alatnya harus nyaman, sehingga tidak menimbulkan rasa jenuh karena perubahan tersebut,” kata Timothy.

 

Oleh karenanya, Zyrex dengan pengalaman perusahaan selama 25 tahun ikut menyediakan perangkat komputer yang sesuai kebutuhan, kualitas yang baik, harga terjangkau dan teknologi mutakhir merasa terpanggil untuk mencarikan alternatif agar para siswa bisa memiliki peralatan yang sesuai untuk perubahan proses belajar mengajar online.

 

Source: gatra.com